Kegiatan Selama Ramadhan Mahkamah Syar’iyah Suka Makmue, Ceramah Ba’da Dzuhur
Oleh: Drs. Irwansyah

Selasa, 10 April 2021 merupakan hari ke-8 di bulan suci Ramadhan 1442 H. Mahkamah Syar’iyah Suka Makmue mengadakan kegiatan di bulan Ramadhan, yaitu Ceramah Ba’da Dzuhur. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas ibadah kita di bulan Ramadhan. Kegiatan yang diadakan setiap hari Senin sampai Kamis ini dilakukan di Mushalla Al-Mahkamah setelah Shalat Dzuhur dan dengan penceramah yang saling berganti dari aparatur Mahkamah Syar’iyah Suka Makmue. Pada kesempatan kali ini, Panitera Mahkamah Syar'iyah Suka Makmue, Bapak Drs. Irwansyah, menjadi penceramah dan dibuka oleh Saudara Juanda Farhat, S.H.I.
Tema yang dibawakan oleh penceramah adalah Belajar Etos Kerja Dari Semut dan Kandungan Filosofi yang bisa kita petik darinya. Penceramah mengatakan bahwa salah satu surah di dalam Al-Quran dinamakan dengan surah An-Naml, yang berarti semut. Semut memiliki sistem kehidupan yang tertib yang membatasi perilaku tiap anggotanya. Terdapat beberapa filosofi yang dapat kita pelajari dari semut yaitu, pertama Semut mempunyai tujuan yang jelas. Perhatikan bagaiman cara semut berjalan. Mereka berjalan dengan terburu-buru, tidak akan pernah kita temui ada seekor semut berhenti dan diam merenung. Para semut ini memiliki tujuan yang jelas sehingga antusiasme muncul dengan sendirinya dari tujuan itu. Dengan tujuan yang jelas, membuat mereka tidak mudah menyerah akan kegagalan sesaat.
Kedua, Semut tidak pernah kehabisan akal. Cobalah menghentikan laju semut, rintangi jalan semut tersebut dengan tangan, mereka pasti tidak akan berhenti dan menangisi nasib, mereka akan berusaha keras mencoba mencari jalan lain, entah ke kanan atau ke kiri. Disaat semut berjuang mencari jalan keluar, kita terkadang terlalu focus dengan halangan yang muncul di hadapan kita, bukannya mencari jalan keluar, tapi malah mundur menganggap diri sendiri tak akan mampu. Ketiga, Ada gula, ada semut. Setiap ada yang manis-manis, semut lah yang paling duluan sampai di tempat. Mengapa? Karena semut terus bergerak, dan sangat lihai melihat kesempatan. Sesulit apapun kesempatan itu, semut akan terus bergerak sampai mencapainya, tak peduli seberapa beratnya.
Penceramah juga mengatakan Bulan Ramadhan bisa dibilang juga sebagai 'bulan pengereman'. Tujuan Allah dalam Al-Qur'an adalah 'La’allakum Tattaqun',menjadi orang yang bertaqwa. Namun kita harus tau artinya, bulan pengereman ini, mulai dari berpuasa dari mata pandangan, berpuasa dari mulut dari berbicara yang jelek-jelek, mudah-mudahan La’allakum Tattaqun tercapai. ZM
